“Dia mengajakku sarapan di hotel bintang lima. Mmmm pasti dia akan mengajakku seharian hari ini” sahutnya sambil memoleskan bedak di pipinya tanpa peduli apakah aku akan menanggapi atau tidak.
Kini dia merapikan bulu matanya. Menjepitnya agar terlihat lentik lalu menyapukan kuas ungu di atasnya. “Dia nggak tua-tua amat sih, dia masih hebat kok di ranjang. Dan dia tahu benar di bagian mana harus menyentuhku” ujarnya sambil mengoleskan gincu ungu itu ke bibirnya.
Sebenarnya aku sudah bosan dengan wanita ini. Setiap hari harus bertemu dengannya dan mendengar apapun kecerewetannya. Tapi yang paling menyebalkan adalah aku yang harus diam dan menjalankan apa yang menjadi tugasku, mempercantik dirinya.
“Ah sudah cantik, pasti hari ini ia akan memujiku habis-habisan” sahutnya sambil mengangkatku dan menyikatku perlahan. Memastikan aku tampak halus dan lebat di kepalanya. “Sayang, ia hanya mau dengan yang berambut panjang” ucapnya sambil meninggalkan meja rias.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar